ALARM OON
Sore itu aku lewati dibilik kamar,sendirian begini terasa membosankan ,tak terbiasa dengan ketidakhadiran sahabat yang selama ini selalu menemaniku.selalu bersama karna bagiku dia lebih dari hanya teman satu kostan,dia yang kumaksud bernama okta.
Episode pertama dimulai.pertemuan pertama aku dengannya,saat bertatapan mata,jujur nyali ku menciut ngeliat tampang sangarnya,desakkan dari dada memasuki jalur saraf,disaraf kaki ini bereaksi,bergerak gerak hebat ingin melarikan diri dari tatapan yang sangat mengerikan itu…..
Dia datang bersama papanya,dalam ruang tamu aku,okta,dan ayahnya duduk bertiga.bila kuboleh memilih aku akan…..1,,,2,,,3….. ***twing…twing…aku menghilang. ku ragu tuk memulai perkenalan,suara ku terblokir ditenggorokanku seperti ada kekuatan gaib yang membuat bibir ku terkunci rapat.
Tampang super cueknya membuatku benar-benar takkan membuka mulut,aku tak mau menjadi orang yang ramah kali ini,mungkin jika dia mencoba tuk tersenyum,tanganku akan terulur kepadanya.namun itu tampaknya mustahil. papanya seakan bisa membaca situasi yang terjadi dengan ekstra lebay papanya mencoba mengakrabkan aku dengan anaknya yang beberapa waktu lagi akan menjadi teman satu kamarku.side-slide alam bawah sadarku otomatis bermunculan,mempresentasikan kenyataan yang akan kualami nantinya,yang tergambar jelas adalah wajah teraniayaku.dimulai dengan sebuah senyuman kecut darinya kepadaku yang kurasa tuntutan kewajiban yang dibebankan papanya.dengan tertekan batin kujulurkan tanganku dan ku kembangkan senyum yang terlihat senyum memaksa ucapkan namaku
“hay…..senang bisa bertemu denganmu…
“kenalkan namaku reta, kamu namanya siapa…..?? ucapku dengan hati yang tak menentu
Tenyata dia membalas senyumanku malah sangat indah kurasa daripada senyumanku gurat kesangarannya perlahan lahan tersamarkan oleh senyumnya yang manis.suara hati berkata”anak ini manis juga ya….
“aku okta senang juga bisa bertemu denganmu,semoga kita bisa berteman….’ Jawabnya
Dan tak kusangka begitu cepat keakraban dan kebersamaan itu tercipta,padahal aku berpikir akan menderita batin sekamar dengannya,dan mungkin butuh jutaan tahun tuk ku bisa akrab dengannya, tak perlu menunggu jutaan tahun dalam satu hari keakraban itu bisa tercipta. Dirinya begitu unik
Episode kedua bahagia aku bisa bertemu dengan okta.walaupun kepribadian kami berbeda tapi perbedaan itu terasa indah,bagai bumbu untuk persahabatan kami.karena setiap kita adalah pribadi yang unik,banyak hal yang bisa dimaknai dari sebuah perbedaan.perbedaan yang sangat mencolok dari sisi penampilan,penampilannya sesuai dengan wajah sangarnya dia cewek yang sangat tomboy,cukup baginya dengan jins dan kaos oblong dan topi andalannya maka lengkap lah ,,, terasa sangat keren lah dirinya.sifat cueknya dengan penampilannya begitu unik bagiku.rambutnya yang ikal lebat hanya dikuncirnya lalu disembunyikannya didalam topinya.tapi satu hal selama sekamar denganku aku merasa perubahan telah terjadi dengannya sepertinya virus feminimku telah mengenainya,diam-diam dia mencoba menyapukan spon bedak kewajahnya,mengurai rambutnya,dan memberikannya poni lucu didahinya.tapi satu hal yang tak bisa dirubahnya penampilannya dimeja makan masih mendarah daging,seandainya acara 17an diadakan lomba ketangkasan dan kecepatan makan dipastikan gelar juara telah disabetnya.apapun dan bagaimanapun dia bagiku dia tetap lah sahabat yang sangat aku sayangi.
Banyak kisah yang terukir selama bersama okta ,dan sekarang kami harus berpisah tuk sementara waktu.rasa rindu yang sangat menyiksa sekarang sedang kurasakan.rindu akan sahabatku.
Sore semakin jauh,senja tandanya magrib akan menjelang,kuraih handphoneku dimeja,entah kenapa tiba-tiba aku ingin membuka kalender.kulirik deretan angka tersusun rapi dialyar handphoneku,hari ini tanggal 26 oktober,aku teringat sesuatu dan aku terpekik
“besok okta ultah” pekikku tertahan
“aku harus bikin surprise untuknya,aku ingin besok menjadi hari yang special untuknya,
Akupun mulai mengetik sebuah ucapan selamat ultah untuk okta dan kusimpan dalam handphone.begini bunyinya:
“ happy b’day…
“happy b’day..
“happy b’day …okta…..
“telah bertambah usiamu,tentunya berkurang jatah menempati dunia ini,dalam waktu yang diberikan
“wish u always doing the best ……
“dan satu hal aku menunggumu utk makan-makan
.
aku akan menjadi orang pertama yang ucapannya pertama muncul dihandphonenya nanti malam.
Aku bangun dari posisi enakku,dengan ogah-ogahan karena sholat magrib telah tiba.setelah sholat usai,makan malam menyusul saat dimana aku mengisi sumber pembangkit tenaga.karena telah terkuras oleh kegiatan akstrakrikuler disekolah tadi siang.dan persiapan asupan gizi untuk kerja otakku Karena pr menunggu gilirannya untuk di perhatikan.
Seusai dari meja makan,meja belajar rute berikutnya mulai lah aku berjuang menaklukkan ganasnya pr matematika yang diberi guru matematikaku.dan aku berniat untuk begadang untuk ngucapin ultah buat okta tepat nanti jam 00:00.tapi rencana begadang tidak terrealisasi karena kantuk menyerang kedua bola mataku,dengan susah payah aku mencoba tetap membiarkan kedua kelopak mata tetap menganga tapi akhirnya aku menyerah rasa kantuk disebabkan rasa capek ku hari ini membuat aku mengatupkan kelopak mata sipitku.untuk berjaga-jaga aku hidupkan alarm jam 11:50,terlepas itu aku tak sadarkan diri lagi masuk ke alam bawah sadar.
Aku terbangun dan kuraih hanphone yang terletak dimeja samping tempat tidurku dan kulihat jam yang menunjukkan jam 05:15,dan terkejutlah aku serta rasa kesal,,,,menyesakki ulu hatiku
Aku telah gagal dengan misi terbesarku ,menjadi orang pertama kali mengucapkan selamat ulang tahun untuk okta.kubanting bantal tak berdosa yang berada dalam pelukanku,dan ternyata terdapat dua panggilan tak terjawab dan keduanya adalah dari okta.oh tuhan……betapa aku malu kepada dia,aku malu karena mnurutku jalan ceritanya salah tak sesuai scenario yang aku rancang,dia berusaha membangunkanku
Kutatap lekat ke layar handphoneku dan kusimak jam alarm yang ku atur tadi malam
Tertulis 11:50,seharusnya bukan begitu,seharusnya yang ku atur jam 23:50.pantas lah tadi malam tak terdengar alarm handphone kuberbunyi.
“dasar oon……..!!! teriakan kesalku
Kupandangi sebuah kado berwarna merah dihiasi pita pink,yang telah kupersiapkan jauh sebelum hari ini.merah warna okta dan pink tentunya aku.
aku kecewa dengan diriku sendiri dan alarm handphoneku yang oon.tapi setelah kupikir pikir aku dengan alarm ku sama-sama oon
Kenapa alarm itu tidak menyesuaikan dengan apa yang semestinya,betapa oonnya,benda itu.
Dalam hati bertanya-tanya apakah okta mau memaafkan aku….??
Bagaimana kalau dia menganggap aku melupakan hari ini,mungkin dia menganggap aku tak perduli dengannya.
Sial……..!!! ini gara-gara alarm yang oon dan disetel oleh orang yang oon
Tapi satu hal persahabtan itu bukan satu hal yang oon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar